|
PROFIL
PONDOK TRIDHARMA MANUNGGAL
Pondok Tridharma Manunggal
adalah sebuah nama yang diberikan pada tempat tinggal sederhana
almarhum Bapak Ngadina Samuel
Wiryasentana dan almarhumh Ibu Ngatijah
Wiryasentana.
Mula-mula nama itu
diberikan ketika Ibu Wiryasentana, anak dan cucunya merayakan 1000
hari kematian suaminya Bapak Ngadina Samuel Wiryasentana pada
tanggal 26 April 2003 atau bertepatan dengan hari Sabtu Pahing, 23
Sapar, 1936 Tahun Saka.
Pondok sederhana milik almarhum Bapak Ngadina Samuel Wiryasentana
dan almarhumah Ibu Ngatijah Wiryasentana itu terletak di RT 01, RW
01, Desa Gowok, Kalurahan Kebonharja, Kecamatan Samigaluh,
Kabupaten Kulon Praga, Daerah Istimewa Yogyakarta.
VISI DAN
MISI TRIDHARMA MANUNGGAL
VISI kami adalah terciptanya dunia baru di mana
persahabatan universal semua manusia dan seluruh makhluk terwujud.
Jati diri setiap insan dan ciptaan adalah sama. Yang membedakan
adalah konteks sejarah dan kehidupan yang berbeda. Kerjasama dan
pengorbanan yang tulus dari setiap manusia memungkinkan
terciptanya dunia baru. MISI kami adalah
menebarkan rasa, sikap dan tindakan persahabatan antar semua
manusia sebagai saudara/ri, tanpa membedakan warna kulit,
asal-usul dan agama. Itulah jati diri kehidupan asli Desa Gowok.
Itulah sebabnya kami menjalin kerjasama dengan semua pihak untuk
gemmati (gerakan masyarakat modern sehat tanpa isap rokok),
gerhana (gerakan bahu-membahu membangun dunia) dan gemmah (gerakan
membangun manusia holistik). Sudah terlalu
banyak darah tertumpah untuk perselisihan dan peperangan,
namun masih terlalu sedikit pengorbanan yang kita berikan untuk
kebersamaan, persahabatan dan perdamaian. Sudah banyak manusia
yang kita anggap mati sebagai martir atau syuhada, padahal
sebenarnya karena kesalahpahaman atau kekonyolan sejarah kita.
Oleh sebab itu perbanyaklah senyum persahabatan dan tingkatkan
pemahaman yang utuh tentang pihak lain.
Situs web ini
bukan tempat untuk berbicara masalah politik, gossip murahan,
umpatan kepada pihak lain dan sejenisnya. Jadikan dunia, rumah dan
situs kita ini sebagai rumah damai dan sejahtera (darrusalam,
yerusalayim, hayuning bawana).
|