|
Desa
GOWOK
PEMERINTAHAN
Desa GOWOK
Pada jaman dahulu Gowok adalah sebuah daerah otonom. Para leluhur
Gowok menghidupi dan mengatur diri dengan cara bertani. Meskipun
secara geografis tradisional Gowok merupakan wilayah Kasultanan
Yogyakarta, namun Gowok adalah sebuah daerah otonom. Anggap saja
Gowok sebagai Tanah Perdikan.
Mengapa Gowok
dianggap sebagai “Tanah Perdikan”? Karena menurut riwayatnya,
Gowok tak pernah memberikan “asok glondong pengareng-areng, sembah
bulu bekti” (persembahan dan pajak) kepada Kasultanan atau pihak
lain yang mewakilinya. Karena letaknya yang sangat terpencil
rupanya Gowok terlalu jauh untuk diperhatikan. Gowok tidak masuk
perhitungan orang atas.
Setelah VOC bubar dan membentuk pemerintah Hindia Belanda, Gowok
mulai membayar pajak kepada Kasultanan Yogyakarta dan selanjutnya
sebagiannya diserahkan kepada pemerintah Belanda. Ketika itu mulai
dibentuklah berbagai perangkat dan sistem pemerintahan, seperti
Kapanewon (kini Kecamatan), Kalurahan dan Padukuhan. Secara
administratif Gowok dimasukkan ke dalam Kalurahan Kebonharja,
Kapanewon Samigaluh, Kabupaten Kulon Praga. Gowok dianggap sebagai
pedukuhan. Kemudian tradisi ini diteruskan ketika Negara Indonesia
terbentuk. Sampai kini Gowok menjadi bagian pemerintahan yang ada.
Nama Pedukuhan Gowok terus dipakai ketika masa Soekarna, Soeharta,
Habibie, Abdulrachman Wahid dan Megawati.
Selama masa Soeharta dan kroninya order baru serta Golkar mesin
politiknya, istilah pedukuhan diganti menjadi Desa. Dan kemudian
setiap Desa dibagi-bagi lagi kedalam RW dan RT. Kemudian, tingkat
yang semula disebut kalurahan diganti dengan desa. Padahal dalam
kehidupan Gowok yang mandiri, Gowok merupakan sebuah sistem sosial
yang disebut desa. Pada jaman dulu, Desa Gowok dipimpin oleh
sesepuh desa, pendiri Desa Gowok. Kini Gowok dipimpin oleh seorang
Dukuh (Kepala Dukuh) yang dipilih secara demokratis oleh warga.
Sejak jaman Belanda, Gowok secara geografis dapat dibagi ke dalam
beberapa daerah yang lebih kecil, yakni Gondang (Barat), Wetan
Tawang (Utara), Benda Gantungan (Utara), Klemaka (Timur Laut), dan
Gowok sendiri (Selatan). Sedangkan bagian Timur dari Gowok
merupakan daerah persawahan dan perladangan. Bagian Timur Gowok
merupakan daerah penyangga kehidupan ekonomi Gowok.
Kini Kepala Pedukuhan Gowok dijabat oleh Bapak Suprapta
Wiryasentana BSc (anak ke 4 Bapak Ngadina Samuel Wiryasentana
almarhum). Bapak Suprapta merupakan Dukuh Gowok ke 3 setelah masa
kemerdekaan
|