Pondok Beranda | Pondok Profil | Pondok Konseling | Pondok Produk | Pondok Wacana | Pondok Pramusita 

Sabtu, 11-10-2008

Overview | Arti & Asal Usul | Letak Geografis | Lingkungan Sosial | Produksi Utama | Ingin ke Gowok?

 

  • Desa Gowok

  • Pondok Kartya
  • Pondok Pahuman
  • Pondok Situs
  • Pondok Among Tamu
  • Pondok Kontak
  • Pondok Link

  • Pondok Donasi
  •  

     

    Desa GOWOK

    PEMERINTAHAN Desa GOWOK

    Pada jaman dahulu Gowok adalah sebuah daerah otonom. Para leluhur Gowok menghidupi dan mengatur diri dengan cara bertani. Meskipun secara geografis tradisional Gowok merupakan wilayah Kasultanan Yogyakarta, namun Gowok adalah sebuah daerah otonom. Anggap saja Gowok sebagai Tanah Perdikan.

    Mengapa Gowok dianggap sebagai “Tanah Perdikan”? Karena menurut riwayatnya, Gowok tak pernah memberikan “asok glondong pengareng-areng, sembah bulu bekti” (persembahan dan pajak) kepada Kasultanan atau pihak lain yang mewakilinya. Karena letaknya yang sangat terpencil rupanya Gowok terlalu jauh untuk diperhatikan. Gowok tidak masuk perhitungan orang atas.

    Setelah VOC bubar dan membentuk pemerintah Hindia Belanda, Gowok mulai membayar pajak kepada Kasultanan Yogyakarta dan selanjutnya sebagiannya diserahkan kepada pemerintah Belanda. Ketika itu mulai dibentuklah berbagai perangkat dan sistem pemerintahan, seperti Kapanewon (kini Kecamatan), Kalurahan dan Padukuhan. Secara administratif Gowok dimasukkan ke dalam Kalurahan Kebonharja, Kapanewon Samigaluh, Kabupaten Kulon Praga. Gowok dianggap sebagai pedukuhan. Kemudian tradisi ini diteruskan ketika Negara Indonesia terbentuk. Sampai kini Gowok menjadi bagian pemerintahan yang ada. Nama Pedukuhan Gowok terus dipakai ketika masa Soekarna, Soeharta, Habibie, Abdulrachman Wahid dan Megawati.

    Selama masa Soeharta dan kroninya order baru serta Golkar mesin politiknya, istilah pedukuhan diganti menjadi Desa. Dan kemudian setiap Desa dibagi-bagi lagi kedalam RW dan RT. Kemudian, tingkat yang semula disebut kalurahan diganti dengan desa. Padahal dalam kehidupan Gowok yang mandiri, Gowok merupakan sebuah sistem sosial yang disebut desa. Pada jaman dulu, Desa Gowok dipimpin oleh sesepuh desa, pendiri Desa Gowok. Kini Gowok dipimpin oleh seorang Dukuh (Kepala Dukuh) yang dipilih secara demokratis oleh warga.

    Sejak jaman Belanda, Gowok secara geografis dapat dibagi ke dalam beberapa daerah yang lebih kecil, yakni Gondang (Barat), Wetan Tawang (Utara), Benda Gantungan (Utara), Klemaka (Timur Laut), dan Gowok sendiri (Selatan). Sedangkan bagian Timur dari Gowok merupakan daerah persawahan dan perladangan. Bagian Timur Gowok merupakan daerah penyangga kehidupan ekonomi Gowok.

    Kini Kepala Pedukuhan Gowok dijabat oleh Bapak Suprapta Wiryasentana BSc (anak ke 4 Bapak Ngadina Samuel Wiryasentana almarhum). Bapak Suprapta merupakan Dukuh Gowok ke 3 setelah masa kemerdekaan

     

       

     

    Copyright © 2006 - Pondok Tridharma Manunggal
    Powered by:
    LEAKBALI.Com