|
DONASI
PONDOK TRIDHARMA MANUNGGAL
Salah satu filsafat hidup yang kita warisi dari nenek dan kakek
moyang kita adalah gotong-royong, saling bahu-membahu. Kemudian,
pandangan almarhum Bapak Ng S. Wiryasentana dan alamrhumah Ibu
Ngatijah adalah lebih baik memberi daripada menerima. Mereka
melakukan pandangan hidup itu secara sederhana dalam hidup
sehari-hari. Agar tidak merepotkan tetangga, kerabat dekat dan
tetangga, mereka memutuskan untuk tidak mengadakan pesta untuk
perkawinan anak-anaknya. Kalau pun, ada dibuat sesederhana mungkin.
Biasanya mereka berdua tidak menerima sumbangan apa pun. ini tentu
sangat bertentangan dengan adat-istiadat di sekitarnya. Atau kalau
mereka memperbaiki rumah, alih-alih memakai sistem sambatan (gotong
royong), mereka meminta tukang yang dibayar dari lain daerah.
Hal-hal itu bertentangan dengan adat-istiadat di sekitarnya. Semua
serba menyumbang: orang memperbaiki rumah, sunatan, peringatan
kematian seseorang, pernikahan, dan sebagainya. Mereka berdua
tetap melakukan hal-hal itu untuk orang lain.
Lebih
baik memberi daripada menerima. Kami mengetuk hati Anda.
Bukan untuk membantu Pondok, melainkan untuk masyarakat di
sekitarnya yang membutuhkan uluran tangan Anda. Kegiatan yang
dapat dibantu: pemeriksaan dokter selapanan (35 hari), setiap
Minggu Pahing, misalnya. Dengan uluran tangan Anda mungkin
pemeriksaan dokter ini dapat dilakukan lebih sering. Diperlukan
juga uluran tangan untuk perbaikan jalan, saluran air, mesjid,
gereja, beasiswa untuk murid sekolah, buku-buku untuk pelajaran
sekolah, dllnya. Pondok akan menyalurkan uluran tangan Anda
sepenuhnya dan secara langsung kepada pihak yang dituju. Bantuan
tidak selalu dalam bentuk uang atau barang. Bantuan dapat berwujud
dalam bentuk kesempatan untuk mengikuti pelatihan ketrampilan,
kunjungan, dan sebagainya. Bantuan berupa uang dapat ditransfer
melalui Bank Danamon. Nomer rekening Bank akan kami berikan bagi
pihak-pihak yang berkepentingan dengan menghubungi kami di sini.
|