|
ARTI DAN
MAKNA
PONDOK TRIDHARMA MANUNGGAL
 LOGO
TRIDHARMA MANUNGGAL
Sebuah lingkaran yang dibagi atau dipotong oleh 3
lingkaran yang lain secara simetris sehingga muncul 3 buah pintu
terbuka dengan ukuran yang sama, untuk keluar masuk. Pusat Ketiga
pintu dengan lebar yang sama itu adalah titik pusat lingkaran.
Agar dapat bertridharma maka seseorang harus keluar dari dirinya
sendiri, mengarah keluar secara seimbang, membuka diri, bersikap
terbuka, sehingga ada proses dialog, dengan Hyang Agung, Sesama
dan Diri Sendiri. Warna merah menggambarkan pengorbanan. Dan biru
menggambarkan hasil dari pengorbanan - damai - peace - salam -
syalom.
PENGERTIAN
TRIDHARMA MANUNGGAL
Totok Soemartho Wiryasaputra, putra ke 2 Bapak Ngadina Samuel
Wiryasentana mengristalkan sikap dan pikiran ayahandanya selama
hidupnya menjadi "tridharma manunggal" artinya "3 cara, jalan,
bhakti, dharma yang harus dilaksanakan sebagai kesatuan yang utuh,
secara selaras - seimbang dan saling terkait untuk menjadikan
setiap manusia sebagai ciptaan yang sempurna (insan kamil). Bhakti
atau dharma kepada Hyang Agung (Tuhan Allah), sesama makhluk dan
bertumbuh secara penuh.
Pandangan hidup "tridharma
manunggal" ini sudah direnungkan dan mulai dikristalkan sejak
ketika putra ke-2 tersebut tinggal di Wates (1982 - 1983), dan
terus dikembangkan di Yogyakarta (2000 sampai kini). Melalui
berbagai kesempatan (ceramah, pelatihan, kursus, renungan, kotbah,
pembinaan, dan tulisan) beliau berusaha menyelipkan pandangan "tridharma
manunggal".
Beliau adalah yang
memberi nama rumah almarhum ayahnya sebagai Pondok "Trihdarma
Manunggal". Dengan harapan, setiap rumah dan keluarga anak cucu
atau tetangga Bapak Ngadina Samuel Wiryasentana memancarkan
kehidupan yang bersifat tridharma manunggal. Tridharma manunggal, maka muncullah dunia dan kehidupan yang damai dan
terus bertumbuh. Setiap insan saling menumbuhkan, saling memberi
ruang gerak untuk bertumbuh secara penuh.
Dengan
bertridharma manunggal setiap insan ikut "memayu hayuning bawana
" (ikut serta menciptakan surga di dunia) dan amar makruf nahi
munkar (mendorong dan berusaha berikap yang baik serta
meninggalkan yang jahat).
|