Pondok Beranda | Pondok Profil | Pondok Konseling | Pondok Produk | Pondok Wacana | Pondok Pramusita 

Jum'at, 21-11-2008

Overview | Arti & Makna | Program Utama

 

  • Desa Gowok

  • Pondok Kartya
  • Pondok Pahuman
  • Pondok Situs
  • Pondok Among Tamu
  • Pondok Kontak
  • Pondok Link

  • Pondok Donasi
  •  

     

    ARTI DAN MAKNA PONDOK TRIDHARMA MANUNGGAL

    LOGO TRIDHARMA MANUNGGAL
    Sebuah lingkaran yang dibagi atau dipotong oleh 3 lingkaran yang lain secara simetris sehingga muncul 3 buah pintu terbuka dengan ukuran yang sama, untuk keluar masuk. Pusat Ketiga pintu dengan lebar yang sama itu adalah titik pusat lingkaran. Agar dapat bertridharma maka seseorang harus keluar dari dirinya sendiri, mengarah keluar secara seimbang, membuka diri, bersikap terbuka, sehingga ada proses dialog, dengan Hyang Agung, Sesama dan Diri Sendiri. Warna merah menggambarkan pengorbanan. Dan biru menggambarkan hasil dari pengorbanan - damai - peace - salam - syalom.



    PENGERTIAN TRIDHARMA MANUNGGAL
    Totok Soemartho Wiryasaputra, putra ke 2 Bapak Ngadina Samuel Wiryasentana mengristalkan sikap dan pikiran ayahandanya selama hidupnya menjadi "tridharma manunggal" artinya "3 cara, jalan, bhakti, dharma yang harus dilaksanakan sebagai kesatuan yang utuh, secara selaras - seimbang dan saling terkait untuk menjadikan setiap manusia sebagai ciptaan yang sempurna (insan kamil). Bhakti atau dharma kepada Hyang Agung (Tuhan Allah), sesama makhluk dan bertumbuh secara penuh.

    Pandangan hidup "tridharma manunggal" ini sudah direnungkan dan mulai dikristalkan sejak ketika putra ke-2 tersebut tinggal di Wates (1982 - 1983), dan terus dikembangkan di Yogyakarta (2000 sampai kini). Melalui berbagai kesempatan (ceramah, pelatihan, kursus, renungan, kotbah, pembinaan, dan tulisan) beliau berusaha menyelipkan pandangan "tridharma manunggal".

    Beliau adalah yang memberi nama rumah almarhum ayahnya sebagai Pondok "Trihdarma Manunggal". Dengan harapan, setiap rumah dan keluarga anak cucu atau tetangga Bapak Ngadina Samuel Wiryasentana memancarkan kehidupan yang bersifat tridharma manunggal. Tridharma manunggal, maka muncullah dunia dan kehidupan yang damai dan terus bertumbuh. Setiap insan saling menumbuhkan, saling memberi ruang gerak untuk bertumbuh secara penuh.

    Dengan bertridharma manunggal setiap insan ikut "memayu hayuning bawana " (ikut serta menciptakan surga di dunia) dan amar makruf nahi munkar (mendorong dan berusaha berikap yang baik serta meninggalkan yang jahat).

       

     

    Copyright © 2006 - Pondok Tridharma Manunggal
    Powered by:
    LEAKBALI.Com